Friday, March 12, 2010
Home News Info Berita Jasa Marga Selama 2009 Jasa Marga Layani Transaksi Lebih Dari 918 Juta Kendaraan
Selama 2009 Jasa Marga Layani Transaksi Lebih Dari 918 Juta Kendaraan PDF Print E-mail
Monday, 18 January 2010 11:15

Press Release Nomor:  020/2009 Tanggal 31 Desember 2009

Selama tahun 2009, PT Jasa Marga (Persero) Tbk telah melayani lebih dari 918 juta transaksi kendaraan yang melintas di jalan tol. Jumlah ini tersebar di 13 ruas tol yang dioperasikan Jasa Marga baik yang ada di Jabodetabek, maupun di Jawa Barat, Semarang, Surabaya dan Belmera (Belawan-Medan-Tanjung Morawa.

Volume lalu lintas transaksi terbesar terjadi di Jalan Tol Dalam kota Jakarta yang mencapai lebh dari 252 juta kendaraan selama tahun 2009. Setelah itu diikuti oleh Ruas Tol Jakarta-Cikampek (lebih dari 128 juta), Jagorawi dan Jakarta-Tangerang yang masing-masing lebih dari 119 juta kendaraan.

Sedang pada tahun 2009 ini, diperkirakan Jasa Marga akan berhasil memperoleh pemasukan dari pendapatan tol sebesar Rp 3,6 trilyun. Atau meningkat sekitar 7% dibanding tahun 2008 yang mencapai Rp 3,35 trilyun.

Jasa Marga menargetkan pendapatan di tahun 2010 tumbuh menjadi  sekitar Rp 4,4 triliun. Angka ini berarti naik sekitar  22% dari proyeksi pendapatan tahun ini sebesar Rp 3,6 triliun.
Pada Akhir Triwulan II 2010, Jasa Marga diperkirakan akan menyelesaikan pembangunan Jalan Tol Semarang-Ungaran (11,3 km) yang merupakan bagian dari Tol Semarang-Solo dan Waru-Sepanjang (2,3 km) pada Awal Triwulan II 2010 yang merupakan bagian dari Tol Surabaya-Mojokerto. Pengoperasian jalan tol baru di tahun mendatang diperkirakan juga akan memberikan kontribusi pendapatan bagi Jasa Marga. “Sedang Ruas Tol Bogor Ring Road yang sudah dioperasian Jasa Marga pada tanggal 23 November 2009 lalu, diperkirakan juga akan memberikan kontribusi pendapatan bagi perusahaan di tahun 2010 mendatang.

Hingga kuartal tiga tahun 2009 Jasa Marga berhasil mencetak laba bersih sebesar Rp784 miliar. Sampai akhir tahun, diperkirakan bisa tembus sampai Rp 800 miliar.

Dalam periode waktu 2004-2008, Jasa Marga mengalami pertumbuhan laba bersih sebesar 38,12% dengan aktiva perusahaan tumbuh rata-rata sebesar 20,14%. Dan, selama periode itu pula, Jasa Marga telah memberikan konstribusi pada APBN dari sektor pajak penghasilan badan, pajak pertambahan nilai, pajak bumi dan bangunan, pajak lain, serta deviden mencapai Rp763,526 miliar.

Sedang Capex yang disiapkan Jasa Marga di tahun 2010 sekitar Rp 3 trilyun yang sebagian didanai dari hutang (50%) dan sisanya dari dana internal. Sedang penggunaan dana Capex ini kurang lebih 50% akan dipergunakan untuk pengembangan jalan tol baru sedang sisanya akan dipergunakan untuk peningkatan pelayanan dan pengembangan usaha lain.

Saat ini, perusahaan milik negara itu menguasai 77% pangsa pasar pengoperasian jalan tol dan melayani 88% lalu lintas harian (LHR) dari total jalan tol yang ada. Sejalan dengan itu maka volume transaksi lalu lintas pun mengalami peningkatan.

Investasi Jalan Tol
Sebagai upaya untuk menumbuhkan perusahaan secara berkesinambungan, Jasa Marga akan mengerjakan beberapa proyek jalan tol yang terdiri dari Bogor Ring Road (11 km), Semarang – Solo (76 km), Gempol – Pasuruan (32 km), JORR II Serpong – Kunciran (11,2), serta JORR II Kunciran – Cengkareng (15,2 km). Selain itu juga proyek JORR W2 Ulujami – Kebon Jeruk (7,7 km), Surabaya – Mojokerto (36,3 km), dan relokasi jalan tol Porong – Gempol (10 km). Jasa Marga juga memiliki saham 23% di Ruas JORR W1 Kebon Jeruk – Penjaringan sepanjang 9,7 km yang direncanakan akan dioperasikan awal tahun 2010.

Ruas JORR W2 Utara (Ulujami-Kebon Jeruk) dan Ungaran-Bawen saat ini tengah dalam proses pembebasan lahan, dan apabila pembebasan ini dapat diselesaikan Pemerintah sesuai jadwal, tahap konstruksinya diperkirakan akan dapat mulai dilaksanakan Jasa Marga pada awal Semester II .

Apabila Ruas W2 Utara dan W1 sudah dapat diselesaikan, maka Ruas JORR ini nantinya akan menghubungkan lima ruas tol yang sudah beroperasi, yaitu Jakarta-Cikampek, Jagorawi, Jakarta-Serpong, Jakarta-Tangerang dan Jalan Tol Prof.Dr.Ir.Sediyatmo (Bandara).
Dengan demikian, kendaraan dari arah Cikampek atau Jagorawi yang akan ke Tangerang/Merak, Bandara atau sebaliknya, tak perlu lagi masuk Jalan Tol Dalam Kota Jakarta dan kepadatan kendaraan di ruas tol dalam kota Jakarta diharapkan bisa berkurang.
Jasa Marga pada tahun 2010 mendatang juga tengah mempersiapkan akuisisi beberapa ruas tol potensial yang sampai saat ini belum juga dimulai pembangunannya.

Peningkatan Pelayanan
Guna memberikan pelayanan yang maksimal kepada pengguna jalan tol, Jasa Marga senantiasa melakukan peningkatan pelayanan baik di bidang konstruksi, lalu lintas atau transaksi tol. Di bidang pelayanan konstruksi, kita melakukan pelebaran di beberapa ruas tol yang kondisi lalu lintasnya sudah semakin padat seperti di Tol Bandara, Jakarta-Cikampek, Tol Semarang, Jagorawi dan Belmera (Medan). Penambahan kapasitas jalan ini akan dilakukan secara bertahap.

Sedang di bidang pelayanan lalu lintas, Jasa Marga senantiasa berusaha untuk memberikan informasi real time melalui Variable Message Sign (Rambu Elekronik Variabel), memasang sekitar 83 CCTV di beberapa titik-titik kemacetan dan menyediakan telepon hotline 24 jam. Dengan menghubungi 021-80880123, masyarakat bisa mengetahui kondisi lalu lintas di seluruh ruas tol yang dioperasikan Jasa Marga di seluruh Pulau Jawa.

Informasi melalui CCTV ini juga dapat diakses melalui website yang dibagi menjadi dua yaitu untuk mobile phone dengan alamat http://m.jasamargalive.com sedang untuk notebook dapat diakses melalui http://www.jasamargalive.com.

Untuk peningkatan pelayanan di bidang transaksi tol, upaya peningkatan pelayanan yang dilakukan Jasa Marga diantaranya adalah dengan menerbitkan E-Toll Card yang bekerjasama dengan Bank Mandiri. E-Toll Card yang saat ini baru bisa dipergunakan di Ruas Tol Dalam Kota Jakarta dan Cengkareng, pada tahun 2010, secara bertahap akan bisa dipergunakan di seluruh ruas jalan tol.

Sebagai pengembangan sistem transaksi ini, Jasa Marga juga menyiapkan Gardu Transaksi Otomatis (GTO) di Gerbang Tol Cililitan dan di GT Kapuk yang bisa dimanfaatkan oleh para pemilik E-Toll Card. Selanjutnya, Jasa Marga juga akan menyiapkan GTO di beberapa gerbang tol lainnya.

Guna meningkatkan sistem transaksi tol yang lebih cepat, menurut Adit, pada 2010 Jasa Marga juga akan memindahkan Gerbang Tol TMII ke daerah Cibubur dan Gerbang Tol Pondok Gede Timur (Jatibening) ke daerah Cibitung. Dengan pemindahan ini tersebut, diharapkan kemacetan yang sering terjadi di kedua gerbang tersebut dapat berkurang. Pemindahan gerbang tol pernah dilakukan di Tol Jakarta-Tangerang, yaitu Gerbang Tol Kebon Jeruk dipindahkan ke Karang Tengah. Hasilnya, kemacetan yang biasa terjadi dari Kebon Jeruk sampai ke Tomang, kini mulai berkurang.

Informasi Lebih Lanjut Hubungi
Ir. Okke Merlina,
Sekretaris Perusahaan PT Jasa Marga (Persero) Tbk.
Plaza Tol TMII, Jakarta 13550
Telp. 021-8413526
Faks. 021-8401533