Friday, March 12, 2010
Home News Info Berita Jasa Marga 2010, Jasa Marga Operasikan Dua Tol Baru
2010, Jasa Marga Operasikan Dua Tol Baru PDF Print E-mail
Friday, 15 January 2010 12:52

Investor Daily (28/12): PT Jasa Marga Tbk, siap mengperasikan dua ruas tol baru pada 2010. Kedua ruas tol itu adalah bagian dari tol Trans Jawa, yakni Semarang-Solo seksi I (Semarang-Ungaran) sepanjang 10,9 kilometer (km) dan Surabaya-Mojokerto seksi IA (Dukuh Menanggal Interchange Waru) sepanjang 2,4 km.

Direktur Utama Jasa Marga Frans S. Sunito mengatakan, perseroan tengah menggarap tujuh ruas tol baru. Dari ketujuh ruas tol itu, dua diantaranya Semarang-Solo seksi IA, telah menunjukkan kemajuan, baik dalam proses pembebasan lahan maupun konstruksinya.


“Akan ada dua ruas tol Trans Jawa yang bisa dioperasikan pada tahun depan, yakni Semarang-Solo seksi I dan Surabaya-Mojokerto (Sumo) seksi IA, mungkin kuartal III-2010 atau kuartal IV-2010,” jelas dia, di Jakarta, akhir pecan lalu.

Total panjang tol Semarang-Solo 75,7 km dengan kebutuhan investasi Rp 6,8 triliun, sedangkan yang siap dioperasikan pada 2010 adalah seksi I Semarang-Ungaran. Pembangunan tol Semarang-Solo dibagi menjadi lima seksi, yakni seksi I Semarang-Ungaran, seksi II Ungaran-Bawen sepanjang 11,3 km, seksi III Bawen-Salatiga sepanjang 17,04 km, seksi IV Salatiga-Boyolali sepanjang 22,85 km, dan seksi V Boyolali-Kartosuro (Solo) sepanjang 13,57 km.

Sedangkan total panjang tol Surabaya-Mojokerto 34,05 km dengan total investasi Rp 2,95 triliun. Proyek tol Sumo terbagi atas empat seksi. Seksi IA (Dukuh Menanggal-Interchange Waru sepanjang 2,4 km), seksi IB (Interchange Waru-Sumur Welut 4,85 km), seksi II (Sumur Welut-Interchange Driyorejo 4,35 km), seksi III (Interchange Driyorejo-Krian 4,5 km), dan seksi IV (Krian-Mojokerto 20,35 km).

Menurut Frans S. Sunito, untuk tol Semarang-Solo seksi I, proses pembebasan lahan telah rampung lebih dari 75% dan konstruksi telah dimulai awal semester II-2009 kini selesai hingga 30%. Sedangkan untuk Surabaya-Mojokerto seksi IA dengan rute Dukuh Menanggal-Interchange Waru proses pembebasan lahan akan dipercepat dengan sistem konsinyasi ke pengadilan.

“Untuk seksi IA tol Surabaya-Mojokerto, kami targetkan pembebasan lahan selesai kuartal I-2010, sehingga pada kuartal III-2010 atau kuartal IV-2010 bisa beroperasi. Ruas tol ini menunjukkan percepatan pembangunan fisik, setelah perseroan menambah porsi saham menjadi 55% di ruas itu awal tahun ini,” ungkap dia.

Sementara itu, dari 10 ruas tol Trans-Jawa yang tengah digarap sepanjang 808 km, Jasa Marga menguasai 3 ruas, yakni Surabaya-Mojokerto, Semarang-Solo, dan Gempol-Pasuruan, dengan total panjang 160 km. Terkait dominasi Jasa Marga, pemerintah berencana membentuk sebuah induk perusahaan yang akan mengelola konsesi dan operasional tol Trans Jawa di masa yang akan datang.



Selesai 2011-2012

Frans Sunito juga mengungkapkan, untuk kelima ruas tol baru lainnya, perseroan menargetkan kelimanya bisa beroperasi pada periode 2011-2012. Kelima ruas tol tersebut kini masih dalam proses pembebasan lahan.

“Untuk lima ruas tol baru yang sedang digarap, kami targetkan beroperasi pada 2011-2012. Kini semuanya masih dalam proses pembebasan lahan,” ungkap dia.

Dalam catatan Investor Daily, tujuh ruas tol yang sedang digarap Jasa Marga selain Semarang-Solo dan Surabaya-Mojokerto adalah Bogor Ring Road (11 km), Gempol-Pasuruan (32km), JORR W1 Serpong-Kunciran (11,2 km), JORR Kunciran-Cengkareng (15,2 km), dan JORR W2 Ulujami-Kebon Jeruk (7,7 km). Total kebutuhan investasi untuk tujuh ruas tol baru itu Rp 25 triliun.

Selain menggarap tujuh ruas tol baru, perseroan dalam tahun 2010 juga berencana merelokasi tol Porong-Gempol sepanjang 10 km. Tol tersebut harus direlokasi karena sebagian ruas tol terendam lumpur Lapindo.(Imam Mudzakir)