| Pertumbuhan Jasa Marga Sesuai Rencana |
|
|
|
| Friday, 25 December 2009 09:30 | |||
|
Press Release Nomor: 018/2009 Tanggal 2 Desember 2009 PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR) pada Triwulan III 2009 berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp2,618 Triliun atau meningkat 4,75% dibanding Triwulan III 2008 yaitu Rp2,499 Triliun. Pertumbuhan ini sesuai dengan rencana kerja Jasa Marga, Konsistensi pertumbuhan ini terlihat pula apabila dibandingkan dengan pendapatan TW II tahun 2009 dibanding TW II tahun 2008 yang juga tumbuh sebesar 4,69%. Peningkatan tersebut antara lain disebabkan meningkatnya volume lalu lintas pada periode yang sama sebesar 3,76%. Konsistensi tersebut juga terlihat dari rasio dari EBITDA margin yang berada di tingkat 57% baik di TW III tahun 2008 maupun di TW III 2009. Pendapatan Jasa Marga di tahun-tahun mendatang diperkirakan persentasenya akan lebih meningkat lagi. Sebab, beberapa ruas tol baru yang saat ini dibangun Jasa Marga sudah akan dioperasikan pada tahun 2009 ini dan 2010 mendatang. Mulai tanggal 23 November 2009 kemarin sudah dioperasikan Tol Bogor Ring Road Seksi I. Tahun depan, dua ruas tol lagi ditargetkan untuk beroperasi yaitu Semarang-Ungaran (11,3 km) pada Triwulan II yang merupakan bagian dari Tol Semarang-Solo dan Waru-Sepanjang (2,3 km) pada Triwulan I 2010 yang merupakan bagian dari Tol Surabaya-Mojokerto. Sebagai upaya untuk terus meningkatkan kinerja, Jasa Marga akan mengerjakan beberapa proyek jalan tol yang terdiri dari Bogor Ring Road (11 km), Semarang – Solo (76 km), Gempol – Pasuruan (32 km), JORR II Serpong – Kunciran (11,2), serta JORR II Kunciran – Cengkareng (15,2 km). Selain itu juga proyek JORR W2 Ulujami – Kebon Jeruk (7,7 km), Surabaya – Mojokerto (36,3 km), dan relokasi jalan tol Porong – Gempol (10 km). Jasa Marga juga memiliki saham 23% di Ruas JORR W1 Kebon Jeruk – Penjaringan sepanjang 9,7 km yang direncanakan akan dioperasikan awal tahun 2010. Ruas JORR W2 Utara (Ulujami-Kebon Jeruk), saat ini tengah dalam proses pembebasan lahan yang direncanakan tahun depan bisa mulai tahap konstruksi. Dengan dioperasikannya Ruas W2 Utara dan W1, maka Ruas JORR nantinya akan menghubungkan lima ruas tol yang sudah beroperasi, yaitu Jakarta-Cikampek, Jagorawi, Jakarta-Serpong, Jakarta-Tangerang dan Jalan Tol Prof.Dr.Ir.Sediyatmo (Bandara). Jalan Tol BORR Seksi I yang menghubungkan Sentul Selatan Kedunghalang, resmi dibuka oleh Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto. Tol ini memungkinkan masyarakat di daerah Bogor Utara dan sekitarnya, jika ingin menuju Jakarta ataupun Ciawi, tidak lagi harus melewati pusat kota (Bogor), hingga terhindar dari kemacetan di Baranangsiang. Waktu yang bisa dihemat lebih dari 30 menit dan jarak yang ditempuh lebih hemat 7 km. Pengoperasian tol baru ini diharapkan dapat menjadi lecutan pembangunan jalan tol lain di berbagai daerah, hingga terjadi pertumbuhan ekonomi yang lebih signifikan. Tol ini juga jadi pembuktian bahwa investor lokal mempunyai kemampuan dana ataupun teknis dalam membangun infrastruktur jalan tol. Pengoperasian ruas tol ini diharapkan dapat memberi stimulan bagi pembangunan ruas jalan tol lain, serta pembangunan infrastruktur lainnya. Selanjutnya, Jasa Marga melalui PT MSJ siap melanjutkan BORR Seksi II dan III. Seksi II menghubungkan Kedung Halang-Simpang Yasmin dengan panjang 4 km. Sedangkan Seksi III, sepanjang 3,2 km membentang mulai Simpang Yasin sampai Dramaga. Seksi II sampai saat ini sedang tahap pembebasan lahan. Untuk seksi III, MSJ sedang melakukan pematangan desain jalan tol. Saat ini sedang proses pembebasan lahan. dan diharapkan mendapat dukungan dari Pemda Bogor. Guna memberikan pelayanan yang maksimal kepada pengguna jalan tol, Jasa Marga senantiasa melakukan peningkatan pelayanan baik di bidang konstruksi, lalu lintas atau transaksi tol. Di bidang pelayanan konstruksi, kita melakukan pelebaran di beberapa ruas tol yang kondisi lalu lintasnya sudah semakin padat seperti di Tol Bandara, Jakarta-Cikampek, Tol Semarang, Jagorawi dan Belmera (Medan). Penambahan kapasitas jalan ini akn dilakukan secara bertahap. Sedang di bidang pelayanan lalu lintas, Jasa Marga senantiasa berusaha untuk memberikan informasi real time melalui Variable Message Sign (Rambu Elekronik Variabel), memasang sekitar 83 CCTV di beberapa titik-titik kemacetan dan menyediakan telepon hotline 24 jam. Dengan menghubungi 021-80880123, masyarakat bisa mengetahui kondisi lalu lintas di seluruh ruas tol yang dioperasikan Jasa Marga di seluruh Pulau Jawa. Untuk peningkatan pelayanan di bidang transaksi tol, upaya peningkatan pelayanan yang dilakukan Jasa Marga diantaranya adalah dengan menerbitkan E-Toll Card yang bekerjasama dengan Bank Mandiri. E-Toll Card yang saat ini baru bisa dipergunakan di Ruas Tol Dalam Kota Jakarta dan Cengkareng, ke depan, secara bertahap akan bisa dipergunakan di seluruh ruas jalan tol. Sebagai pengembangan sistem transaksi ini, Jasa Marga juga menyiapkan Gardu Transaksi Otomatis (GTO) di Gerbang Tol Cililitan yang bisa dimanfaatkan oleh para pemilik E-Toll Card. Selanjutnya, Jasa Marga juga akan menyiapkan GTO di Gerbang Tol Kapuk. Guna meningkatkan sistem transaksi tol yang lebih cepat, menurut Adit, Jasa Marga juga akan memindahkan Gerbang Tol TMII ke daerah Cibubur dan Gerbang Tol Pondok Gede Timur (Jatibening) ke daerah Cibitung. Dengan pemindahan ini tersebut, diharapkan kemacetan yang sering terjadi di kedua gerbang tersebut dapat berkurang. Pemindahan gerbang tol pernah dilakukan di Tol Jakarta-Tangerang, yaitu Gerbang Tol Kebon Jeruk dipindahkan ke Karang Tengah. Hasilnya, kemacetan yang biasa terjadi dari Kebon Jeruk sampai ke Tomang, kini mulai berkurang.
|