|
Gunung Semeru mempunyai puncak bernama Mahameru dengan ketinggian sekitar 3.676 m dpl (diatas permukaan laut). Mahameru merupakan puncak tertinggi di Pulau Jawa dan tergolong Gunung yang masih aktif yang ditandai dengan keluarnya gas dan asap tebal disetiap saat, disertai semburan pasir vulkanis.
Semeru termasuk kawasan Taman Nasional (Bromo-Tengger Semeru) yaitu kawasan Cagar Alam yang berbatasan dengan 4 Kabupaten di Jawa Timur, yaitu Kabupaten Malang, Probolinggo, Lumajang dan Pasuruan. Dalam rangka memeriahkan HUT Cabang Semarang-Gempol yang ke-36, Jasmapala turut memeriahkan acara tersebut dengan mendaki ke Gunung Semeru pada tanggal 23 hingga 27 Juli 2009. Tim Expedisi Jasmapala selalu mengadakan pendakian di berbagai gunung di seluruh Indonesia setiap bulan Agustus untuk memperingati hari Kemerdekaan RI. Untuk kegiatan pendakian kemerdekaan kali ini dimajukan di bulan Juli. 23 Juli 2009, jam 09.00, Tim Jasmapala Jakarta-Tangerang berpamitan dengan Kacab. Hendro Atmodjo. Beliau memberikan nasehat kepada tim agar selalu mematuhi peraturan pendakian yang ada dan mempersiapkan perbekalan dengan sebaik-baiknya. Jam 10.00, tim berangkat ke Kantor Pusat bergabung dengan Jasmapala se-Jabodetabek dan mengikuti upacara pelepasan. Kemudian rombongan berangkat ke Malang menggunakan kereta api.
Tim Expedisi tiba di Kota Gede Malang tanggal 24 jam 10.00. Rombongan dijemput oleh anggota Jasmapala Surabaya menggunakan truk TNI dan segera bergegas ke kecamatan Tumpang. Dari Tumpang,tim Jasmapala ganti kendaraan menggunakan truk diesel yang berukuran sedang agar bisa melintas dijalanan yang sempit menanjak dan berkelok-kelok. Jam 15.00, Tim tiba di desa Parupan. Di desa tersebut terdapat Telaga yang jernih dan dingin. Terlihat banyak para pendaki yang sedangĀ memancing ikan. Jam 17.00, tim Jasmapala yang terdiri dari 60 orang termasuk 11 partisipan berkumpul untuk persiapan pendakian. Janger mengirimkan 4 orang pendakinya, yaitu Untung K, Hendra P, Irham dan Nana S. Setelah mendapat restu dari Kuncen Semeru, Mbah Tumuri, tim berangkat menuju Ranugumbolo. Tim mulai merangkak naik melewati bukit-bukitĀ dalam kegelapan dengan ditemani senter dikepala. Jam 23.00, tim sampai di Ranugumbolo di ketinggian 2.300 m. Tim beristirahat sejenak di Basecamp di tepian danau.
Keesokan paginya 25 Juli 2009, tim melanjutkan perjalanan menuju Kalimati. Tim mempersiapkan barang yang dibutuhkan untuk perjalanan keatas, sedangkan barang-barang yang dipakai untuk persiapan turun gunung, disimpan di Basecamp. Tim berhasil melalui Tanjakan Cinta dengan kemiringan 45 derajat. Dilanjutkan melewati Oro-oro Ombo antara puncak Jombangan dan Kepolo, terus melewati Bajangan menuju pos Kalimati. Di pos ini terdapat padang rumput yang sangat luas sekali. Jam 13.00, Tim mendirikan tenda dan beristirahat. Jam 23.00, tim Jasmapala melanjutkan perjalanannya menuju puncak Mahameru dengan melewati Arcopodo yaitu hutan cemara dengan jalan berpasir. Jam 01.00 tim sampai di Arcopodo di ketinggian 3000 m dpl. Setelah beristirahat selama 1 jam, tim melanjutkan pendakiannya melewati Cemara Tunggal yaitu punggung gunung dengan jalan berpasir dan kemiringan 45 derajat. Pemandangan Sunrise dapat terlihat jelas oleh tim dari puncak ini. Sampailah tim Jasmapala di puncak Mahameru pada jam 07.00. Tim mengucap syukur kepada Allah Swt. karena telah berhasil mencapai puncak. Semua anggota tim saling berpelukan sambil mengucap syukur atas keagunganNya. Kemudian tim Jasmapala segera mengibarkan bendera Merah Putih diiringi lagu Indonesia Raya, dilanjutkan dengan pengibaran bendera Jasmapala. Disaat ini kita bisa merasakan betapa kecilnya kita dibandingkan dengan kebesaran Allah yang Maha Kuasa Maha Segalanya. Jam 08.00, Tim Jasmapala tercinta turun kembali ke basecamp. Bravo Jasmapala
|